☆ Buli-buli Lima Kaki || ✓ PDF Read by ✓ Nirwan Dewanto


  • Title: Buli-buli Lima Kaki
  • Author: Nirwan Dewanto
  • ISBN: 9789792264432
  • Page: 453
  • Format: Paperback

  • Melantun tentang binatang sampai nabi, tentang cinta segitiga sampai maut, tentang lanskap sampai gairah revolusi, dan seterusnya 55 puisi dalam buku ini tampil dengan aneka suara dan mata yang tak tersangka Tokomu menjual aneka taring yang tampaknya lebih manjur daripada taringku, namun kau tak mampu menjawab ketika seorang pelangganmu bertanya, Mana yang paling bMelantun tentang binatang sampai nabi, tentang cinta segitiga sampai maut, tentang lanskap sampai gairah revolusi, dan seterusnya 55 puisi dalam buku ini tampil dengan aneka suara dan mata yang tak tersangka Tokomu menjual aneka taring yang tampaknya lebih manjur daripada taringku, namun kau tak mampu menjawab ketika seorang pelangganmu bertanya, Mana yang paling baik untuk mematikan seekor kuda hitam Kobra, h 16 dan lihatlah, di jantung khazanah ini tegak menjulang sebentuk museum, tempat kita leluasa mengimpikan revolusi, ketika kita mulai hamil oleh para panglima yang ternyata telah membelenggu sang penggali teluk sejak kemarin atau bertahun tahun lalu Jangkar Perunggu, h 44 Mereka bertepuk tangan ketika terhunus pisau tiba tiba Dari balik lambungku, siap menyadap madu di lehermu Ternyata namaku kontrabas, dan aku jirih pada pujian Kuintet, h 137
    Nirwan Dewanto
    Nirwan Dewanto born 28 September 1961 is an Indonesian poet and cultural critic He is also known for his depiction of Albertus Soegijapranata in the 2012 biopic Soegija.Dewanto was born in Surabaya, East Java, on 28 September 1961 While still in senior high school he was already writing poetry the poems were published in local magazines such as Kuncung and Kartini Dewanto did his university studies at the Bandung Institute of Technology in Bandung, West Java, from 1980 to 1987, where he received a degree in geology He then moved to Jakarta.In 1991 Dewanto was a speaker at the National Cultural Conference He later became well known for his cultural commentary Dewanto became editor of the magazine Kalam at its launch in February 1994, along with poet Goenawan Mohamad In 1996 Dewanto released a collection of essays entitled Senjakala Kebudayaan.Dewanto served on the first round jury of the inaugural Khatulistiwa Award in 2001 He was later critical of the process, stating that the jury generally did not properly understand the works they were selecting and at times seemed to act randomly and had released a poetry anthology, Buku Cacing Book of Worms.Dewanto won the Khatulistiwa Award in 2008 for his poetry anthology Jantung Ratu Lebah The Queen Bee s Heart the award included Rp 100 million US 8,800 in cash Short story writer Seno Gumira Ajidarma, a judge on the panel, described the anthology as showing great achievement.In 2010 Dewanto released a poetry anthology entitled Buli Buli Lima Kaki Jars with Five Feet The following year several of his works were put to music by Dian HP and Dewanto s wife, singer Nyak Ina Raseuki Dewanto also performed poetry readings at the events.In 2012 Dewanto played the Archbishop of Semarang Albertus Soegijapranata in the biopic Soegija, directed by Garin Nugroho.Nugroho said that he cast Dewanto owing to the latter s physical resemblance to Soegijapranata, despite Dewanto not being Catholic meanwhile, Dewanto said that Nugroho had been very insistent that he take the role Indah Setiawati, writing for The Jakarta Post, found him to have performed well, although she considered him to appear uncomfortable in some scenes.


    Commentaires:

    Ophan Bunjos
    Nirwan Dewanto memang orang sinting. Mentang-mentang dia sudah keliling benua, maka dia temberang dengan puisi-puisi beratnya. Karyanya yang ini saja sudah buat kulit dahi aku bergaris banyak. Kerut yang aku fikir aku semakin tua berfikir dan memerah daya fikir.Sekali? Mana cukup untuk memahami puisinya. Dua kali juga silap-silap buku menutup pandangan dan menenggelamkan sadar. Tiga kali, barangkali baru pada permulaan. Maunya begitu teliti seolah menggunakan kanta pembesar untuk melihat suatu y [...]

    Muhammad Syarafuddin
    MELANTUN dengan pandangan telinga dan pendengaran mata yang mencengangkan. Permainan bahasanya kadang sederhana, tapi cara Nirwan merenung dan memotret sesuatu selalu saja membuat saya berdecak kagum. Dari akhir tahun 2010 sampai sekarang saya belum tuntas membacanya, kadang berhari-hari saya hanya terjebak dalam satu puisi. Membalik berhalam-halaman, eh tiba-tiba balik mundur lagi. Saya juga tidak terlalu mampu menangkap maksud puisi-puisi Nirwan. Saya bukan kritikus atau pakar sastr. Tapi enta [...]

    Aesna
    Saya berat hati, sungguh, memberikan tiga bintang pada buku ini. Pun juga kalau memberi dua bintang, rasa-rasanya terlalu kejam begitu. Tidak ada setengah bintang sungguh membuat saya kali ini tersiksaDFGHJKL.Buli-buli Lima KakiSaya menyukai puisi, karena mereka membuat otak saya begitu penuh dan merasa tersesat, seolah-olah ada fragmen-fragmen yang harus dituntaskan demi mengeja kata per kata yang ditulis penyair. Pada kumpulan puisi Sapardi, Hujan Bulan Juni misalnya, puisi-puisi kamarnya memb [...]

    Muhammad Rajab
    ah, tuntas sudah kubacajelaga dan nelangsapada lelembar buku puisi-mu, Nirwannamamu serupa adnanhanya terpaut satuhuruf paling awal dari bacakanak-kanak waktu sekolahentah apa yang salahlantas peduli apa jikapuisimu, Nirwan, hanyabeberapa kupuja, tak salahmenang kata-kamu senjatadibalik rerimbun imajimuyang lapar, liar, kasar, melingkarkutuklah saja para pendustakatakanlah, misalnya, aku sukasemua puisimu tetapi segitacinta di balik gaun yang betinamasih kucoba singkapdi dalam hujan bulan Juniat [...]

    Mikael
    yeh i get all the attempts at allusion, intertextuality, etc, but the overall effect is kentang because nd's too afraid his readers wouldnt get the allusions so he explains them all the time, instead of just say, translating them like pound. hes also too garing and too bourgeois, and has got nothing to say. the whole thing is just him showing off what obscure books by obscure latin american poets hes read. he shouldve just got himself a account!

    Sutresna
    MahaBenar majas dengan segala muslihatnya- Doa Musim GugurGilaaa ini kumpulan puisinya manteeeep.Om nirwan ini jago bikin puisi dari sudut pandang beda, menulis dengan kata yang tidak sederhana, iya diksinya ajaib deh.Yang kerennya adalah puisi tentang benda, hewan, atau tanaman yang dieksplor dengan gaya yg belum pernah saya lihat sebelumnya.Seolah dia bisa bicara dengan hal-hal yang mungkin kita kira mereka tiada pernah berkata.Saya belajar banyak dari buku ini.

    Didik Siswantono
    Buku bagus yang saya baca berulang kali. Frasa menarik yang melantun tentang nabi, cinta segitiga, sampai binatang-binatang yang tak terduga."Aku bukan pecinta, tapi hanya pengiring kaum pecinta.Mereka kadang berteduh di pangkuanku, tapi lebih seringkulihat mereka dalam mimpi, seperti kali ini."halaman 124 puisi berjudul Pengiring.

    Stebby Julionatan
    maaf, saya kurangi bintangnya jadi tiga saja (dari yang semula lima). bagus sih cuma nggak ngeh. banyak yang tidak aku mengerti. bagi saya menulis puisi itu kan ga perlu pake idiomatik yang ndakik-ndakik dan bahasa yang aneh-aneh sampe nggak ada sama sekali orang waras yang paham. aku lebih suka yang sederhana namun maknanya bisa mudah dipahami dan nyampe.

    Dias Wuri
    The writer himself gave me this book as a cadeau. Well I love it. I love his style as a poet, which is different from any other poet I know. Please note, I say this not because the writer is my boss at the office, but well. I just love it.

    nur'ainitri wahyuni
    mahabenar majas dengan segala muslihatnya. (h. 160)

    heri
    lumayan, meski tetap banyak yang masih menebak-nebak maksudnyadan tetap beberapa kata untuk 17th ke atas

    Fahrul Khakim
    Layak menang KLA, aku suka diksinya yang kaya. Menarik. Wajib baca buat belajar menulis puisi. Deskripsinya penuh makna

    Pandasurya
    kebanyakan sih sayah ga ngerti puisi-puisinya, beraattss :Dtapi beberapa ada yang bagus, keren bahasanya :)

    Laras
    Bahkan Coca-cola menjadi objek yang menarik untuk ditransformasikan dalam bentuk puisi.

    • ☆ Buli-buli Lima Kaki || ✓ PDF Read by ✓ Nirwan Dewanto
      453 Nirwan Dewanto
    • thumbnail Title: ☆ Buli-buli Lima Kaki || ✓ PDF Read by ✓ Nirwan Dewanto
      Posted by:Nirwan Dewanto
      Published :2018-05-02T06:54:55+00:00