Best Read [Trias Kuncahyono] ☆ Tahrir Square, Jantung Revolusi Mesir || [Fiction Book] PDF ✓


  • Title: Tahrir Square, Jantung Revolusi Mesir
  • Author: Trias Kuncahyono
  • ISBN: 9789797097288
  • Page: 139
  • Format: Paperback

  • Jatuh bangunnya sebuah rezim adalah soal biasa Namun, terjerembabnya demokrasi di Mesir merupakan set back yang tak terperikan Negeri penginspirasi Arab Spring ini sekarang justru memasuki musim panas yang berkepanjangan.Penulis epilog buku ini, Zuhairi Misrawi, dengan gamblang berhasil mengidentifikasi tiga tantangan besar dalam membangun demokrasi di negeri para fiJatuh bangunnya sebuah rezim adalah soal biasa Namun, terjerembabnya demokrasi di Mesir merupakan set back yang tak terperikan Negeri penginspirasi Arab Spring ini sekarang justru memasuki musim panas yang berkepanjangan.Penulis epilog buku ini, Zuhairi Misrawi, dengan gamblang berhasil mengidentifikasi tiga tantangan besar dalam membangun demokrasi di negeri para firaun, yakni sistem dan pemimpin yang otoriter, invertensi militer dalam politik praktis dan kuatnya kalangan Islamis Namun, sayangnya, Zuhairi ternyata tidak mampu memprediksi masa depan demokrasi Mesir Ia seolah angkat tangan walaupun dengan jelas ia menamai subbab tulisannya Masa Depan Demokrasi.Memang, Mesir sedang sakit dan tidak kunjung sembuh Pemilik peradaban tinggi pada masa lalu ini tengah memasuki satu lorong kegelapan ke lorong sempit lainnya Mesir terus limbung, tidak memiliki arah tujuan yang jelas atau terus dalam posisi tarik menarik beberapa kelompok kuat Karena itu, tak banyak yang bisa berkomentar ke arah mana negeri ini akan berjalan Mesir seolah lagi asyik membuang buang waktu secara percuma dan membiarkan dirinya dalam kondisi ketertinggalan Sayang sekali.Jatuhnya presiden legendaris, Hosni Mubarak, dua tahun silam, benar benar tidak dimaknai dengan baik oleh penguasa setelahnya Tampuk kekuasaan yang sempat bertakhta selama 30 tahun dengan kekuatan besi baru bisa tersungkur oleh buldoser revolusi yang digerakkan dari satu titik, Maidan Tahrir Tahrir Square , di tengah kota Kairo Diperlukan jutaan rakyat yang bergerak gegap gempita dalam teriakan yang sama dengan bendera yang terus dikibarkan untuk merangsek pemimpin yang dianggap lalim Revolusi Januari 2011 adalah gerakan anak muda dan mahasiswa yang melek teknologi informasi dan media yang mulai mewabah tahun 2000 an Bahkan, untuk mencapai titik keberhasilan, diperlukan ratusan orang mati syahid dan ribuan lainnya terluka menjadi tumbal kebebasan.Sayangnya, ketika musim semi spring telah datang, tidak tampak kehidupan manusia yang lebih baik Keindahan yang harus direngkuh dengan susah telah mubazir Alih alih belajar dari para pendahulunya, presiden hasil revolusi besar justru kembali mengulangi kesalahan yang sama Bukannya membangun kebersamaan, malah menjadikan primordialisme sebagai panglimanya Yang paling demokrasi adalah keluarnya Dekret Presiden 22 11 12 yang menyatakan bahwa semua keputusan dan ketentuan hukum yang ia keluarkan tak dapat dibatalkan Itulah mengapa, akhirnya, kekuasaannya hanya seumur jagung Muhammad Mursi tersungkur oleh gerakan Maidan Tahrir Lalu Mesir kembali ke titik nol lagi.Hegemoni militerUniknya, pada saat saat Mesir akan kembali ke titik nadir, pihak militer selalu berhasil masuk dan membonceng di belakang kendaraan yang didorong dorong oleh rakyat, khususnya kaum muda Ketika Hosni Mubarak hendak diturunkan akibat kelalimannya, militer ikut numpang Seolah berbaur dengan kekuatan rakyat, militer sebenarnya hanya ingin mempertahankan hegemoni dan tak ingin bisnis besarnya dihabisi oleh putra Hosni Mubarak yang digadang gadang menggantikannya.Sama juga, ketika rakyat jengah terhadap Mursi yang terlalu mewarnai pemerintahan dengan Ikhwanul Muslimin dan tidak menepati janji janji pemilu, militer kembali ambil peran Di kala tendangan bebas sedang dilepas di Maidan Tahrir, militer langsung mengambil inisiatif untuk mengambil paksa sang penjaga gawang, Muhamamd Mursi, lalu memenjarakannya Militer kembali menjadi penguasa.Anehnya, dan mungkin ini hanya terjadi di Mesir, gerakan tamarrod anti Mursi tidak memiliki konsep yang jelas, kecuali menurunkan sang presiden, sehingga dengan mudah disusupi militer Lagi lagi, kekuasaan dan bisnis menjadi target utama kekuatan bersenjata di Mesir Inilah yang kemudian menyebabkan negeri para firaun tersebut kembali menjadi tidak jelas juntrungannya Sebagian rakyat kini kembali turun ke Maidan Tahrir untuk membela presiden yang telah terpilih secara demokratis Tiap hari, yel yel antimiliter kembali memenuhi langit kota Pariwisata yang menjadi andalan Mesir mulai lumpuh, kekurangan pangan menjadi pengalaman keseharian, instabilitas politik bukan lagi wacana, dan masa depan negeri menjadi absurd Exercise demokrasi telah mengalami kegagalan dan Mesir memasuki era baru dengan warna lama, di bawah kekuasaan militer.Dalam analisis Trias Kuncahyono, penulis buku ini, nikmatnya kekuasaan kadang kala telah membuat penguasa di Mesir lupa hakikat kekuasaan Kekuasaan itu tidak abadi Kekuasaan politik adalah sesuatu yang terbatas Jika kekuasaan itu dipahami sebagai sesuatu yang tidak terbatas, ia akan menghasilkan tirani Kecenderungan nyandu kekuasaan itu bisa terjadi pada siapa saja dan terjadi dalam setiap masa, setiap jenjang kehidupan serta dalam berbagai aspek kehidupan Nyandu kekuasaan itu sangat berbahaya, itulah yang membuat kekuasaan menjadi absolut.Sejujurnya, Mesir tidaklah jauh dari Indonesia Dua negara yang sama sama berjuang meraih kemerdekaan sejati dan berkolaborasi dalam waktu yang cukup lama Antara Gamal A Nasser dan Soekarno bagaikan dua saudara dekat Sampai sampai mangga Soekarno sangat dikenal di Mesir, begitu juga jalan Soekarno Namun, tidak hanya itu saja, usia kekuasaan Soeharto hampir sama dengan Hosni Mubarak Kepemimpinan yang otoriter Orde Baru setali tiga uang dengan kepemimpinan militer di bawah Mubarak.Yang membedakan kemudian adalah bangsa Indonesia dengan kekuatan rakyat mampu menggusur kepemimpinan otoriter dan mengibarkan bendera demokrasi tinggi tinggi Selain itu, militer Indonesia telah berhasil dikembalikan ke barak dan tidak lagi mengurusi soal politik dan bisnis Meskipun berjalan cukup tertatih tatih, perjalanan demokrasi Indonesia relatif baik, tidak banyak distorsi Namun, tidak ada jaminan bahwa Indonesia tidak akan kembali ke titik nol seperti yang terjadi di Mesir Gejala gejala ke arah tersebut kadang kala tampak cukup terang Kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan pada era reformasi ini terasa makin turun dari hari ke hari Itu karena beberapa partai politik sudah banyak mencederai perjuangan rakyat dan lebih mementingkan golongannya semata Sementara para wakil rakyat dan kalangan pemerintahan banyak sekali yang terseret ke meja hijau karena urusan pundi pundi diri.Buku Tahrir Square pada hahikatnya adalah sebuah kaca besar masa depan bangsa Indonesia Membaca halaman demi halaman buku ini hanya akan mengingatkan tentang pentingnya mengemban amanah secara sungguh sungguh sehingga bangsa Indonesia terus maju.Resensi oleh M Aji Surya Kompas, Minggu 25 Agustus 2013
    Trias Kuncahyono
    Trias Kuncahyono Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Tahrir Square, Jantung Revolusi Mesir book, this is one of the most wanted Trias Kuncahyono author readers around the world.


    Commentaires:

    Imam
    Sebuah rekaman jejak sejarah perjalanan sebuah bangsa bernama "Mesir", pergulatan politik yang penuh intrik, terekam indah dengan bahasa sederhana berbentuk tulisan feature. Sangat menarik bagi yang ingin tahu detail sejarah perjalanan Mesir, mulai dari era Raja Farouk hingga penggulingan presiden yang terpilih secara demokrasi, Morsi. Dan sebuah tanah lapang bernama "Tahrir Square", telah menjadi saksi bisu sebuah perjuangan, sebuah intrik politik, dan lika-liku perjalanan yang telah dilalui Me [...]

    • Best Read [Trias Kuncahyono] ☆ Tahrir Square, Jantung Revolusi Mesir || [Fiction Book] PDF ✓
      139 Trias Kuncahyono
    • thumbnail Title: Best Read [Trias Kuncahyono] ☆ Tahrir Square, Jantung Revolusi Mesir || [Fiction Book] PDF ✓
      Posted by:Trias Kuncahyono
      Published :2018-07-23T17:37:56+00:00